Laman

Selasa, 22 Juni 2010

Mungkinkah aku? Ah, mana mungkin....

Dia...
Bertemu saja aku belum pernah..
Yang mana saja aku tidak tau...
Bertemu saja aku belum tentu mengenalinya...
Melihatnya juga aku belum pernah...

Tidak.. Tidak... Tidak...

Aku sudah pernah melihatnya...
Aku melihatnya dari foto dirinya...
Yang terpampang di facebook miliknya..
Aku mengetahuinya,
dari seorang temanku yang kebetulan kenal dengannya...
Aku baru saja mengenalinya...

Tapi mengapa hatiku merasakan hal lain?
Ada rasa ingin selalu menemaninya disaat sedih...
Rasa ingin menghibur disaat kegundahan membelenggunya...
Apakah aku?
Ah... Tidak mungkin...

Dia...
Selalu menampakkan wajah polosnya...
Mencoba untuk memberikan senyuman termanis yang pernah dimilikinya,,
di depan semua orang...
Tapi dalam hatinya, kesedihan menghantui dirinya...
Berbagai macam luka di pendamnya...
Tapi dia tetap berusaha tersenyum...
Semua itu kurasakan saat aku berbicarannya (di FB)...
Mungkinkah aku?
Ah... Tidak mungkin...

Mungkin ada yang berkata,
Dasar gila, baru juga mengenalnya sudah seperti itu!
Tapi aku tidak peduli orang berkata apa...
Berkata aku ini 'FREAK' sekalipun, aku tidak peduli...

Pastinya aku hanya ingin berkata,
Aku ingin membuatmu tersenyum
walau aku tidak pernah bertemu denganmu sekalipun,
dan walau aku bukan seseorang yang berarti bagimu,
tetaplah tersenyum untuk orang-orang yang paling berarti untukmu.
SEMANGAT!!! aku yakin kau dapat melakukannya.
.^_^.










Mav aku tidak bisa mencantumkan namamu...

Rabu, 16 Juni 2010

God's cake

Simple Story but a
huGe affect.
i like it.
do you..?
Subject: God’s cake
Nice reading….. ..
Kadang kita
bertanya dlm hati
& menyalahkan
Tuhan,
"apa yg telah saya
lakukan sampai saya
harus
mengalami ini
semua ?" atau
"kenapa Tuhan
membiarkan ini
semua terjadi pada
saya ?"
Here is a wonderful
explanation.

Seorang anak
memberitahu ibunya
kalau segala sesuatu
tidak berjalan
seperti yang dia
harapkan.
Dia mendapatkan
nilai jelek dalam
raport, putus
dengan pacarnya,
dan sahabat
terbaiknya
pindah ke luar kota.
Saat itu ibunya
sedang membuat
kue, dan
menawarkan apakah
anaknya mau
mencicipinya,
dengan
senang hati dia
berkata,
"Tentusaja, I love
your
cake."
"Nih, cicipi mentega
ini," kata Ibunya
menawarkan.
"Yaiks," ujar
anaknya.
"Bagaimana dgn
telur mentah
?"
"You’re kidding me,
Mom."
"Mau coba tepung
terigu atau
baking soda ?"
"Mom, semua itu
menjijikkan.
"
Lalu Ibunya
menjawab, "ya,
semua itu memang
kelihatannya tidak
enak jika
dilihat satu per satu.
Tapi jika
dicampur jadi satu
melalui satu proses
yang benar, akan
menjadi kue yang
enak."
Tuhan bekerja
dengan cara yang
sama. Seringkali kita
bertanya kenapa Dia
membiarkan kita
melalui masa-masa
yang sulit dan tidak
menyenangkan.
Tapi
Tuhan tahu jika Dia
membiarkan
semuanya terjadi
satu
per satu sesuai dgn
rancanganNya,
segala sesuatunya
akan menjadi
sempurna
tepat pada
waktunya.
Kita hanya perlu
percaya proses
ini diperlukan untuk
menyempurnakan
hidup
kita.
Tuhan teramat
sangat mencintai
kita. Dia
mengirimkan
bunga setiap musim
semi, sinar matahari
setiap pagi.
Setiap saat kita
ingin bicara, Dia
akan
mendengarkan. Dia
ada setiap saat
kita
membutuhkanNya,
Dia ada di setiap
tempat, dan Dia
memilih untuk
berdiam
di hati kita.
jika anda merasa
hikmah dengan
artikel ini,
kirimkan pada
teman-teman
yang anda kasihi, I
already did..
Smoga Allah Selalu
memberikan ridho
nya kepada kita.
Amien. :)

(dapet dari Ridwan Ghany)